Kelompok Wanita Tani Melati yang beralamat di Pereng, Sendangsari, Pengasih pada Rabu, 16 April 2025 menerima Tim Juri Lomba Ekosistem Kelompok/Komunitas Petani Perempuan yang diselenggarakan dalam rangka Peringatan Hari Kartini oleh TPAKD DIY. Jenis Produk yang diproduksi tepung garut, tepung mokaf, tepung pisang, tepung ubi ungu. Selain itu ada emping garut, emping geger boyo. Ada juga produk turunan berupa Mie Maio-Ku, Cheese Stick Mocaf, keripik pisang
Sutarman, S.STP, M.Eng selaku Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Pembangunan, menyampaikan KWT merupakan simbol kekuatan perempuan dalam menjaga ketahanan pangan, membangun ekonomi keluarga, dan mendorong inovasi pertanian lokal. Beliau mengapresiasi kepada KWT Melati Pereng yang ditunjuk mewakili Kabupaten Kulon Prpgo dalam Lomba Ekosistem Kelompok Komunitas Petani Perempuan yang diselenggarakan oleh TPAKD DIY. KWT berperan penting dalam peningkatan ketahanan pangan, penguatan ekonomi keluarga, dan pengembangan produk pertanian lokal.
Kepala Biro Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda DIY, Eling Priswanto menyampaikan lomba ini bukan sekadar kompetisi, namun juga bentuk apresiasi terhadap peran aktif perempuan dalam sektor pertanian, khususnya dalam menjaga ketahanan pangan dan membangun ekonomi keluarga. Kelompok Wanita Tani telah menunjukkan ketangguhan melalui inovasi produk, pemasaran, hingga manajemen kelompok yang solid dan inspiratif. Beliau mengajak semua pihak pemerintah, swasta, akademisi dan masyarakat untuk terus mendukung pengembangan ekosistem kelompok tani perempuan melalui pelatihan, akses modal, teknologi, dan pasar. Beliau berharap agar lomba ini menjadi momentum memperkuat pemberdayaan perempuan dalam sektor pertanian secara berkelanjutan.
Dalam lomba tersebut, Yuliana, Ketua KWT Melati menyampaikan paparan dan dilanjutkan dengan diskusi menanggapi pertanyaan Dewan Juri yang terdiri dari Akademisi UMY sebagai ketua dan anggota diantaranya dari Bank Indonesia, BPD DIY, Otoritas Jasa Keuangan, DPKP DIY dan Biro Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda DIY. Penilaian lomba ditutup dengan kunjungan di rumah produksi oleh tim juri dan tamu undangan.